Kerajaan Allah sangat berharga

Mrk 9:38-43,45,47-48

Kata Yohanes kepada Yesus: "Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita." Tetapi kata Yesus: "Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorangpun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku. Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya." "Barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut. Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan; Dan jika kakimu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan timpang, dari pada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka; Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka, di mana ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tidak padam.

Renungan:

Orang yang suka mengartikan Kitab Suci secara harafiah, akan mengalami kesulitan besar dengan bacaan Injil hari ini. Kalau diterapkan secara harafiah, kita akan bertemu dengan banyak orang yang tercungkil matanya, terpotong tangan atau kakinya, dan lebih banyak lagi yang terpotong lidahnya, karena kita paling banyak berdosa dengan lidah! Yesus memberi sebuah perbandingan: Kerajaan Allah dan anggota tubuh. Tubuh kita fana; kalau kita mati, harus kita tinggalkan. Tubuh itu lalu membusuk dan menyatu dengan tanah. Namun demikian, kita sangat menyayanginya. Kita tidak mau kehilangan apa pun daripadanya. Dengan tubuh ini kita berekspresi: mengungkapkan cinta, senang, sedih, kecewa. Dengan tubuh ini kita bekerja, berbuat baik. Tapi dengan tubuh yang sama ini kita berbuat dosa. Tangan bisa kita ulurkan untuk memberi, menolong, meringankan, membelai. Tangan yang sama ini bisa kita pakai untuk merampas, memukul, menampar, mencubit, menindas, menyakiti. Apakah karena itu tangan ini kita potong saja? Tentu tidak. Sebab yang berdosa bukanlah tangan melainkan hati. Dari hati keluar pikiran dan rencana jahat, dan tangan hanya pelaksana yang buta. Yesus membandingkan Kerajaan Allah dengan anggota tubuh kita. Ia mengajarkan bahwa Kerajaan Allah sangat berharga, jauh melebihi harta milik dan anggota tubuh. Jadi kalau harus pilih kehilangan Kerajaan Allah atau kehilangan anggota badan yang membuatku berdosa, lebih baik kehilangan anggota tubuh ketimbang kehilangan Kerajaan Allah.

(Renungan Harian Mutiara Iman 2012, yayasan Pustaka Nusatama)

Kekuatan Rohani

Yohanes 1: 47-51

Kata Filipus kepadanya: "Mari dan lihatlah!" Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!" Kata Natanael kepada-Nya: "Bagaimana Engkau mengenal aku?" Jawab Yesus kepadanya: "Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara." Kata Natanael kepada-Nya: "Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!" Yesus menjawab, kata-Nya: "Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu." Lalu kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia."

Renungan:

Kita merayakan tiga Malaekat Agung yang menjadi perpanjangan tangan Tuhan sendiri dalam Karya Keselamatan manusia. Inilah tanda nyata kasih Tuhan kepada manusia. Ketiga Malaikat Agung itu mempunyai tugas khusus dari Tuhan untuk membantu manusia dalam pergolakan hidupnya. Tuhan selalu memperhatikan manusia dalam seluruh perjuangannya agar manusia dapat selamat. Oleh sebab itulah bantuan para Malaekat itu sangat dibutuhkan bagi keselamatan manusia. Selain itu dibutuhkan pula kerjasama dari manusia agar rencana Allah sungguh dapat terlaksana di dalam diri manusia.

Di dalam diri manusia ada Roh Allah sendiri, maka manusia mempunyai kekuatan rohani yang harus selalu dijaga. Namun ketika manusia lemah, maka kekuatan jahat dapat menguasainya. Manusia sendiri harus selalu menyatukan dirinya dengan kekuatan Tuhan supaya tidak mudah untuk disesatkan. Keterbukaan hati manusia sangat membantu rahmat Allah untuk bekerja di dalam diri manusia. Maka marilah kita bekerjasama dengan rahmat Allah itu di dalam diri kita. Dalam perjalanan jaman sekarang, sebenarnya kita semakin membutuhkan pertolongan para malaekat untuk membantu kita dalam mengarungi hidup dengan berbagai situasinya yang tidak ringan. Malaekat Allah akan membantu kita dalam memilah berbagai tawaran yang diberikan oleh dunia sekarang ini agar dapat memutuskan dengan bijaksana. Marilah kita membuka hati kita kepada Tuhan.

(Renungan Harian Mutiara Iman 2012, yayasan Pustaka Nusatama)

Penolakan

Luk 9:19-22

Jawab mereka: "Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit." Yesus bertanya kepada mereka: "Menurut kamu, siapakah Aku ini?" Jawab Petrus: "Mesias dari Allah." Lalu Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapapun. Dan Yesus berkata: "Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga."

Renungan :

Yesus sudah pernah mengatakan kepada para muridNya bahwa para tua-tua, para imam kepala dan ahli-ahli Taurat pada zaman itu telah menolak Yesus. Sehingga Yesus harus menanggung banyak penderitaan yang lalu dibunuh. Namun setelah Yesus bangkit pada hari ketiga dan naik ke surge ternyata masih ada penolakan akan Yesus, bahkan sampai hari ini. Siapa yang menolak Yesus sampai saat ini? Kita sendirilah yang kadang tidak menyadari telah menolak Yesus yang datang ke dalam hati kita dan melalui orang lain di sekitar kita. Penolakan yang kita lakukan tersebut misalnya suka tidak mendengarkan orang tua yang selalu mengingatkan kita untuk belajar, atau melalui orang-orang disekitar kita, dan bahkan melalui sabda-sabdaNya yang kita dengarkan. Penolakan terhadap ajakan kebaikan, sebenarnya kita juga sedang menolak Yesus. Penolakan tersebut tentu membuat Yesus akan kecewa. Sekarang marilah kita ubah diri kita untuk menerima Yesus dengan lebih mendengarkan suara hati kita, dan suara Yesus lewat sesama kita.

DOA : 

Ya Tuhan Yesus, saya tidak ingin menolakMu lagi. Oleh karenanya, Engkau selalu berada di dalam diriku untuk membimbingku ke jalan yang benar. Amin. 

(Komisi Kerasulan Kitab Suci dan KomKat KAJ, Renungan Harian & Pendalaman Iman bulan Kitab Suci 2012, jenjang SMA) 

Kebenaran adalah kebenaran yang tidak akan sirna karena ancaman

Lukas 9:7–9

Herodes, raja wilayah, mendengar se­gala yang terjadi itu dan ia pun me­rasa cemas, sebab ada orang yang menga­takan, bahwa Yohanes telah bangkit dari antara orang mati. Ada lagi yang mengatakan, bahwa Elia telah muncul kembali, dan ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit. Tetapi Herodes berkata: ”Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian?” Lalu ia berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus.

Renungan :

Kehadiran seorang nabi selalu mengusik ketenangan mereka yang merasa nyaman dengan status quo. Namun, bagi Herodes, kecemasannya lebih daripada kehadiran seorang nabi. Seperti orang yang pernah membunuh orang lain yang tidak akan hidup dalam ketenangan dan damai, demikian juga Herodes yang telah membunuh Yohanes Pemandi merasa tidak tenang mendengar tentang apa yang dilakukan Yesus. Yesus dianggap sebagai Yohanes yang hidup kembali. Herodes berusaha untuk bertemu dengan Yesus, tentu dengan maksud dan niat yang jahat. Orang-orang Farisi mengetahui tentang itu lalu menasihati agar Yesus pergi dari Galilea karena Herodes mau membunuh Dia. Yesus sama sekali tidak takut dengan ancaman itu, karena Dia harus melakukan apa yang menjadi misi-Nya (bdk. Luk. 13:31–33). Kita pun terkadang tidak merasa nyaman dan aman di tengah kehadiran seorang yang tidak takut mengatakan kebenaran. Kita mungkin juga selalu mencari kesempatan untuk membalas dendam. Tetapi, kebenaran adalah kebenaran dan tidak akan sirna karena ancaman. Yesus memberi teladan kepada kita untuk berani menyatakan kebenaran itu walau harus mengurbankan nyawa.

Doa :
Tuhan Allahku, jadikanlah aku pewarta-pewarta kebenaran-Mu dan tidak takut ter­intimidasi dengan ancaman para penguasa di sekitar. Amin.

(Sumber : Renungan Ziarah Batin 2012)

Ketulusan dalam mewartakan Injil

Lukas 9:1–6

Maka Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk me­nguasai setan-setan dan untuk menyem­buh­kan penyakit-penyakit. Dan Ia mengutus mereka untuk mem­berita­kan Kerajaan Allah dan untuk menyembuh­kan orang, kata-Nya kepada mereka: ”Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju. Dan apabila kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari situ. Dan kalau ada orang yang tidak mau menerima kamu, keluarlah dari kota mereka dan kebaskanlah debunya dari kakimu sebagai peringatan terhadap mereka.” Lalu pergilah mereka dan mereka mengelilingi segala desa sambil memberitakan Injil dan menyembuhkan orang sakit di segala tempat.

Renungan :
Injil Tuhan begitu sering diwartakan dengan banyak motif selain pewartaan itu sendiri. Ada di antara pengikut Kristus awal yang mewartakan Injil seperti beberapa Rabi dengan bermotif mencari uang (bdk. Luk. 16:14). Rasul Paulus juga mengingatkan orang-orang Kristen awal untuk berhati-hati terhadap pewarta yang hanya menyenangkan orang daripada mewartakan Injil. Dia sendiri malah tidak menggunakan haknya sebagai rasul supaya didukung secara finansial oleh komunitas Kristen perdana, agar tidak ada orang yang mempertanyakan motifnya dan menghalangi pewartaan kabar baik (bdk. 1Kor. 9:12–14). Ajaran para Rasul yang tertuang dalam Didache juga mengingatkan orang untuk menyambut para pewarta kabar gembira, namun hati-hati dengan tingkah laku mereka. Injil adalah kabar gembira keselamatan, sehingga perlu dihormati dengan semestinya, baik oleh pewarta maupun oleh pendengar. Umat diingatkan untuk menerima Injil dengan hati terbuka (ayat 5) sedang para pewarta dituntut untuk memberikan kesaksian akan kebenaran pesan Injil lewat kesahajaan gaya hidup mereka dan sikap ketergantungan mereka pada kemurahan hati Allah.

Doa : 
Tuhan Allahku, ajarilah aku ketulusan dalam mewartakan Injil-Mu sehingga aku sungguh-sungguh menemukan sukacita di dalamnya. Amin.

(Sumber : Renungan Ziarah Batin 2012)

Persaudaraan dibangun dengan dasar Iman

Lukas 8:19-21

Ibu dan saudara-saudara Yesus datang kepada-Nya, tetapi mereka tidak dapat mencapai Dia karena orang banyak. Orang memberitahukan kepada-Nya: "Ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan ingin bertemu dengan Engkau." Tetapi Ia menjawab mereka: "Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya."

RENUNGAN:

Kita akan memiliki perasaan yang sama, yakni tidak senang dan bahkan marah, manakala kita mendengar atau menyaksikan bahwa ada orang yang menolak atau tidak mengakui orang tua atau saudarnya. Mungkin saja kita akan mengatakan bahwa orang itu tidak tahu berterima kasih.

Injil hari ini mengetengahkan kepada kita bagaimana reaksi Yesus ketika ada orang yang memberitahukan kepada-Nya bahwa Ibu dan saudara-saudara-Nya sedang berada di luar dan ingin menemui Yesus. Yesus memberi jawaban yang mengejutkan: “Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya.” Orang yang memberitahu itu mungkin saja akan memiliki perasaan yang sama dengan kita ketika kita berhadapan dengan orang yang tidak menerima keluarganya. Apakah di sini, Yesus bermaksud menolak Ibu dan saudara-saudara-Nya?

Yesus tidak sedang menolak mengakui Ibu dan suadara-saudara-Nya. Tetapi, Yesus mau mengajarkan kepada pendengar-Nya dasar persatuan atau persaudaraan dengan Dia. Persaudaraan tidak sekedar dibangun atas dasar hubungan darah, tetapi lebih dari itu persaudaraan dibangun atas dasar sabda dan kehendak Tuhan. Lantas, jika itu dibangun atas dasar sabda dan kehendak Tuhan, maka Ibu dan saudara-saudara-Nya adalah pribadi-pribadi yang  sungguh menjadi pendengar dan pelaksana Sabda Tuhan. Mereka adalah Ibu dan saudara-saudara Yesus yang sejati.

Kita pun akan menjadi bagian dari hidup Yesus manakala kita mendasarkan hidup kita pada sabda dan kehendak-Nya. Maka mari kita belajar dari Maria, Ibu Yesus yang sungguh menjadi  teladan sebagai pendengar dan pelaksana sabda Tuhan. Bersama Maria, kita hendaknya belajar berkata: “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut kehendak-Mu.”

(Sumber: fr. bastian-wawan, cm, http://www.diamsejenak.com)

Pelita bagi sesama

Lukas 8: 16-18

"Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur, tetapi ia menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahayanya. Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan. Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya.”

RENUNGAN :

Sosok Bunda Theresa adalah sosok yang tidak asing bagi kita. Selama hidupnya ia selalu melayani orang miskin, sakit dan sekarat. Ia tidak segan-segan mendekati orang yang sakit kusta, serta terjangkit virus HIV/AIDS. Ia malah merangkul dan memeluk mereka tanpa rasa jijik. Iajuga mendirikan rumah-rumah penampungan bagi penderita penyakit-penyakit yang di anggap menjijikkan dan menular. Seluruh hidupnya dihabiskan olehnya demi merawat orang orang yang mengalami kesulitan dan orang orang yang dikucilkan oleh masyarakat tersebut. Karena hal itu,  ibu Theresa mendapat penghargaan nobel perdamaian pada tahun1973.  Ibu Theresa juga diberi gelar oleh Bapa Paus sebagai Beata dari Kalkuta.
 
Pelita memberikan sinyalnya untuk menerangi dan menyinari sekitarnya. Begitu juga dengan ibu theresa, ia menjadi terang bagi orang orang disekitarnya. Ia menjadikan dirinya sebagai tempat orang orang yang membutuhkan pertolongan bersandar. Ia bahkpan memeluk dan merangkul mereka yang dianggap orang memilikipenyakit yang menjijikkan.  Begitu juga dengan Yesus, Ia juga menjadikkan terang atas orang orang yang mengalami sengsara. Ia menjadikan dirinya sebagai pelita yang rela menahan panasnya api hanya untuk menyinari sekitarnya. Ia rela mati menanggung dosa dosa umat manusia di kayu salib. Sebagai murid Yesus, maukah kita menjadi terang bagi sekitar kita?
DOA :
Ya Tuhan jadikanlah kami pelita agar kami bisa menjadi terang bagi sesama kami. Amin

Pemimpin yang melayani

Markus 9: 30-37

Yesus dan murid-murid-Nya berangkat dari situ dan melewati Galilea, dan Yesus tidak mau hal itu diketahui orang; sebab Ia sedang mengajar murid-murid-Nya. Ia berkata kepada mereka: "Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka akan membunuh Dia, dan tiga hari sesudah Ia dibunuh Ia akan bangkit." Mereka tidak mengerti perkataan itu, namun segan menanyakannya kepada-Nya. Kemudian tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Kapernaum. Ketika Yesus sudah di rumah, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Apa yang kamu perbincangkan tadi di tengah jalan?" Tetapi mereka diam, sebab di tengah jalan tadi mereka mempertengkarkan siapa yang terbesar di antara mereka. Lalu Yesus duduk dan memanggil kedua belas murid itu. Kata-Nya kepada mereka: "Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya." Maka Yesus mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka, kemudian Ia memeluk anak itu dan berkata kepada mereka: "Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku."


RENUNGAN : 

Dalam bacaan hari ini, murid-murid Yesus sedang memperdebatkan siapa yang terbesar di antara mereka. Mereka saling menunjukkan dirinyalah yang paling hebat dan pantas menjadi pemimpin di antara para murid. Yesus yang mendengar hal tersebut menasihati mereka. Yesus mengatakan pada mereka bahwa menjadi pemimpin hendaknya dia harus menjadi seperti pelayan  dari bawahannya.  Ucapan ini telah Yesus lakukan sendiri ketika dimalam sebelum Ia sengsara. Ia membasuh kaki para muridNya. Tindakan ini sangatlah luar biasa bagi seorang pemimpin seperti Yesus. Yesus menunjukkan bahwa menjadi pemimpin itu haruslah melayani para bawahannya dan tidak menjadi pemimpin yang diktator. Karena bila kita menjadi pemimpin yang diktator maka kita tidak mungkin menjadi pemimpin yang disegani dan dihormati bawahannya. Kini tinggal tergantung diri kita sendiri  apakah kita mau menjadi pemimpin yang melayani seperti Yesus? Atau kita justru akan memimpin dengan cara-cara diktator yang berlawanan dengan ajaran Yesus.

Doa:
Ya Bapa, bantulah kami agar bisa menjadi seorang pemimpin seperti yang telah PuteraMu ajarkan pada kami yakni pemimpin yang melayani. 

Perumpamaan tentang penabur

Luk 8:4-15

Ketika orang banyak berbondong-bondong datang, yaitu orang-orang yang dari kota ke kota menggabungkan diri pada Yesus, berkatalah Ia dalam suatu perumpamaan: "Adalah seorang penabur keluar untuk menaburkan benihnya. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu diinjak orang dan burung-burung di udara memakannya sampai habis. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, dan setelah tumbuh ia menjadi kering karena tidak mendapat air. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, dan semak itu tumbuh bersama-sama dan menghimpitnya sampai mati. Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, dan setelah tumbuh berbuah seratus kali lipat." Setelah berkata demikian Yesus berseru: "Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!" Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya, apa maksud perumpamaan itu. Lalu Ia menjawab: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang lain hal itu diberitakan dalam perumpamaan, supaya sekalipun memandang, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti. Inilah arti perumpamaan itu: Benih itu ialah firman Allah. Yang jatuh di pinggir jalan itu ialah orang yang telah mendengarnya; kemudian datanglah Iblis lalu mengambil firman itu dari dalam hati mereka, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan. Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka itu tidak berakar, mereka percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad. Yang jatuh dalam semak duri ialah orang yang telah mendengar firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang. Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan."

RENUNGAN :

Yesus memberikan perumpamaan mengenai seorang penabur yang menaburkan benih-benih dan ada yang terjatuh dibebatuan semak berduri dan tanah yang baik. Dan yang akhirnya tumbuh berkelimpahan adalah benih yang tumbuh di tanah yang baik.  Sedangkan yang jatuh di bebatuan, semak belukar dan pinggir jalan tidak tumbuh dengan baik. Firman-firman Allah telah disampaikan kepada kita, tetapi berkembangnya iman akan firman itu ada di dalam diri kita. Semua orang mendengarkan firman dan pengajaran yang sama. Tetapi berkembang atau tidaknya firman itu tergantung pada diri kita dan jaga berkat Tuhan.

Doa :

Ya Yesus, bantulah kami agar kami bisa menjadi tanah yang baik bagi firman-firman yang kami dengar dari-Mu. Amin. 

Berpihak pada yang terpinggirkan


Matius 9:9-13
Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku." Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia. Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya. Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: "Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?" Yesus mendengarnya dan berkata: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."

RENUNGAN :

Di dalam kehidupanNya, Yesus lebih banyak berteman dengan orang-orang yang terkucilkan. Ia bahkan menjadikan Matius sang pemungut cukai menjadi muridNya. Pada zaman Yesus, seorang pemungut cukai adalah orang yang sangat dijauhi dan dimusuhi oleh orang Yahudi dan kaum farisi. Mereka menganggap bahwa para pemungut cukai merupakan teman dari para panjajah dan pemeras uang dari orang Yahudi. Tetapi, Yesus malah merangkul mereka dan mau makan bersama-sama dengan mereka. Yesus juga menjawab cemoohan orang-orang bahwa Ia datang untuk orang berdosa bukan orang yang benar. Semoga kitapun yang kadang jatuh dalam dosa, namun kita tetap dan semakin dekat bersahabat dengan Yesus.

DOA :
Ya Tuhan, berikanlah keberanian kepadaku agar aku bisa lebih berani untuk merangkul orang-orang yang membutuhkan perhatian. Amin 

Kebangkitan Yesus Kristus

1 Korintus 15:1-11
Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri. Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu--kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya.

Kasih Allah

1 Korintus 12: 31-12:13

Jadi berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang paling utama. Dan aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi. Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.

Yesus Maha Kuasa

Lukas 7: 11-17


Kemudian Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong. Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu.

Kekuatan Iman

Lukas 7:1-10

Setelah Yesus selesai berbicara di depan orang banyak, masuklah Ia ke Kapernaum. Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati. Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya.

Siapakah Yesus bagiku?

Mrk. 8:27-35

Kemudian Yesus beserta murid-murid-Nya berangkat ke kampung-kampung di sekitar Kaisarea Filipi. Di tengah jalan Ia bertanya kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Kata orang, siapakah Aku ini?"  Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan: seorang dari para nabi." Ia bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Petrus: "Engkau adalah Mesias!" Lalu Yesus melarang mereka dengan keras supaya jangan memberitahukan kepada siapapun tentang Dia.

Salib: jalan menuju sukacita dan kemenangan

Yohanes 19:25-27

Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena. Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu!" Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.

Menjadikan Allah dan KebenaranNya sebagai pilihan hidupku

Yohanes 3:13-17
Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia. Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.

Memaafkan akan menumbuhkan sikap saling mengasihi

Lukas 6:27-38

"Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.

Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah

SALING MEMBANTU
Luk 6:20-26
Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya dan berkata: "Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa.

Keheningan : sumber kekuatan rohani

Luk 6:12-19
Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul: Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus, Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot, Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.

Bersikap kristis pada aturan dan mengedepankan kemanusiaan

Lukas 6:6-11

Pada suatu hari Sabat lain, Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada seorang yang mati tangan kanannya. Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat, supaya mereka dapat alasan untuk mempersalahkan Dia.

Kisah Gadis Buta

Yakobus:  2:1-5

Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka. Sebab, jika ada seorang masuk ke dalam kumpulanmu dengan memakai cincin emas dan pakaian indah dan datang juga seorang miskin ke situ dengan memakai pakaian buruk, dan kamu menghormati orang yang berpakaian indah itu dan berkata kepadanya:

Mengasihi Sesama

Roma 8: 28-30

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.

BONEKA PANDA

Lukas 5:33-39

Orang-orang Farisi itu berkata pula kepada Yesus: "Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang, demikian juga murid-murid orang Farisi, tetapi murid-murid-Mu makan dan minum." Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat mempelai laki-laki disuruh berpuasa, sedang mempelai itu bersama mereka? Tetapi akan datang waktunya, apabila mempelai itu diambil dari mereka, pada waktu itulah mereka akan berpuasa."

Berdoa dan Bekerja

Lukas 5: 1-11

Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah. Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai.

Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus

Lukas 4: 38-44
Kemudian Ia meninggalkan rumah ibadat itu dan pergi ke rumah Simon. Adapun ibu mertua Simon demam keras dan mereka meminta kepada Yesus supaya menolong dia. Maka Ia berdiri di sisi perempuan itu, lalu menghardik demam itu, dan penyakit itupun meninggalkan dia. Perempuan itu segera bangun dan melayani mereka.

Kekuatan Kata Kata

Luk 4:31-37
Kemudian Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu mengajar di situ pada hari-hari Sabat. Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa. Di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan dan ia berteriak dengan suara keras: "Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami?

Mengenali martabat kita sebagai orang Kristiani

Luk. 4:16-30

Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab. Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis: "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin;

HATI adalah Ukuran Iman Sejati

Mrk 7:1-8,14-15, 21-23

Pada suatu kali serombongan orang Farisi dan beberapa ahli Taurat dari Yerusalem datang menemui Yesus. Mereka melihat, bahwa beberapa orang murid-Nya makan dengan tangan najis, yaitu dengan tangan yang tidak dibasuh.  Sebab orang-orang Farisi seperti orang-orang Yahudi lainnya tidak makan kalau tidak melakukan pembasuhan tangan lebih dulu, karena mereka berpegang pada adat istiadat nenek moyang mereka;

Doa Kasih




Allah, sumber segala kasih,
Engkau mengutus Putra-Mu, Yesus Kristus,
agar kasih-Mu menjadi nyata dalam hidupku,
dan semakin dikenal oleh banyak orang.
Santo Yohanes telah mengajarku,
"Barang siapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah,
sebab Allah adalah kasih."

Semoga karena karunia kasih-Mu itu,
aku mampu mengasihi Engkau lebih dari segala sesuatu,
dengan segenap hati, segenap jiwa, dengan segenap akal budi,
dan dengan segenap kekuatan.

Karena mengasihi Engkau,
semoga akupun mengasihi orang lain
sebagaimana aku mengasihi diriku sendiri.
Ya Allah, kobarkanlah selalu kasihku.

Amin.

Doa Iman



Allah yang esa, Engkau telah menciptakan semesta alam,
Aku percaya bahwa Engkau adalah Bapa yang pengasih dan penyayang;
Engkau sungguh mengasihiku;

Engkau telah mengutus Yesus, Putra-Mu yang tunggal,
yang telah menjadi manusia, wafat dan bangkit untuk keselamatanku.
Engkau telah mengutus pula Roh Kudus pemberi hidup.
Dia berasal dari Bapa dan Putra.
Dia telah dicurahkan ke atasku dan berdiam di dalam diriku,
sehingga aku menjadi bait Allah.
Dialah penolong sejati,
yang membimbing aku kepada seluruh kebenaran.

Ya Bapa, berilah aku iman yang hidup,
dan jadikanlah aku berani menjadi saksi-Mu
di hadapan sesama manusia sepanjang hayatku.
Ya Allah, tambahkanlah selalu imanku.

Amin.

Doa Harapan



Allah, Bapa di surga, kasih setia-Mu kekal abadi.
Engkaulah tumpuan hidup dan harapanku.
Tanamkanlah dalam hatiku pengharapan yang teguh akan kasih dan kebaikan-Mu;
pengharapan yang menjiwai seluruh hidup Putra-Mu Yesus Kristus.
Berilah aku pengharapan yang kuat
karena yakin bahwa Engkau selalu besertaku.
Semoga aku selalu menyandarkan diri kepada-Mu dalam suka dan duka.
Aku mohon pengharapan yang teguh supaya aku tidak
mudah putus asa dalam penderitaan dan kekecewaan.

Bapa, semoga pengharapan yang kuat selalu menjiwai seluruh hidupku.
Dalam pengharapan itu aku akan membangun hidup dan masa depanku.
Dalam harapan itu pula aku percaya akan
memperoleh hidup abadi bersama Engkau.
Ya Allah, teguhkanlah pengharapanku.

Amin.

Mengembangkan Talenta Yang Tuhan Titipkan

Matius 25:14-30


"Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat. Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta.

Artikel & Renungan Populer

Daftar Renungan Lainnya :