Kata Yohanes kepada Yesus: "Guru, kami lihat seorang yang
bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu,
karena ia bukan pengikut kita." Tetapi kata Yesus: "Jangan
kamu cegah dia! Sebab tidak seorangpun yang telah mengadakan mujizat demi
nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku. Barangsiapa tidak
melawan kita, ia ada di pihak kita. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya
barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut
Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya." "Barangsiapa
menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik
baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke
dalam laut. Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena
lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan
utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan;
Dan jika kakimu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk
ke dalam hidup dengan timpang, dari pada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan
ke dalam neraka; Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena
lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada
dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka, di mana ulat-ulat
bangkai tidak mati dan api tidak padam.
Renungan:
Orang yang suka mengartikan Kitab
Suci secara harafiah, akan mengalami kesulitan besar dengan bacaan Injil hari
ini. Kalau diterapkan secara harafiah, kita akan bertemu dengan banyak orang
yang tercungkil matanya, terpotong tangan atau kakinya, dan lebih banyak lagi
yang terpotong lidahnya, karena kita paling banyak berdosa dengan lidah! Yesus
memberi sebuah perbandingan: Kerajaan Allah dan anggota tubuh. Tubuh kita fana;
kalau kita mati, harus kita tinggalkan. Tubuh itu lalu membusuk dan menyatu
dengan tanah. Namun demikian, kita sangat menyayanginya. Kita tidak mau
kehilangan apa pun daripadanya. Dengan tubuh ini kita berekspresi:
mengungkapkan cinta, senang, sedih, kecewa. Dengan tubuh ini kita bekerja,
berbuat baik. Tapi dengan tubuh yang sama ini kita berbuat dosa. Tangan bisa
kita ulurkan untuk memberi, menolong, meringankan, membelai. Tangan yang sama
ini bisa kita pakai untuk merampas, memukul, menampar, mencubit, menindas,
menyakiti. Apakah karena itu tangan ini kita potong saja? Tentu tidak. Sebab yang
berdosa bukanlah tangan melainkan hati. Dari hati keluar pikiran dan rencana
jahat, dan tangan hanya pelaksana yang buta. Yesus membandingkan Kerajaan Allah
dengan anggota tubuh kita. Ia mengajarkan bahwa Kerajaan Allah sangat berharga,
jauh melebihi harta milik dan anggota tubuh. Jadi kalau harus pilih kehilangan
Kerajaan Allah atau kehilangan anggota badan yang membuatku berdosa, lebih baik
kehilangan anggota tubuh ketimbang kehilangan Kerajaan Allah.
(Renungan Harian Mutiara Iman
2012, yayasan Pustaka Nusatama)
