Kita adalah misionaris

Hari ini kita merayakan pesta Santo Fransiskus Xaverius, seorang misionaris ulung. Dia pergi ke mana-mana menjelajah dunia, termasuk ke banyak negeri di Asia. Bahkan pewarta Injil asal Spanyol ini sampai ke tanah air kita, tepatnya di Maluku, untuk mewartakan kabar gembira. Ia membaptis puluhan ribu orang. Dia melakukan secara radikal firman Yesus pada hari ini,"Pergilah ke seluruh dunia, wartakanlah Injil kepada segala bangsa" (mrk 16:5).

Semangat misioner kiranya bukan hanya milik para murid pada zaman Yesus. Juga bukan milik St. fransiskus Xaverius dan St Teresia dari Lisieux, yang diberi gelar sebagai pelindung karya misi. Tetapi, semangat misioner juga menjadi milik dan tanggung jawab kita, Gereja pada masa sekarang.

Konsili Vatikan II mengingatkan hal ini, bahwa setiap anggota Gereja memiliki sifat misioner. Seperti ditegaskan dalam Dekrit tentang Kegiatan Misioner Gereja bahwa "Pada hakikatnya Gereja peziarah ini bersifat misioner, sebab berasal dari peruturan Putera dan perutusan Roh Kudus menurut rencana Allah Bapa (Ad Gentes,2). Dengan kata lain, asal misi Gereja adalah cinta abadi Tritunggal Mahakudus kepada semua manusia. Allah menghendaki agar semua orang diselamatkan.

Fransiskus Xaverius sudah menampakkan semangat misionernya, dengan gagah berani. Maka, hendaknya kita juga menjadi misionaris-misionaris Tuhan, yang kita wujudkan di tempat kita masing-masing. Apa pun profesi dan aktivitas kita: petani, nelayan, pejabat, seniman, pengusaha, pedagang, ibu rumah tangga, pegawai swasta, buruh, guru, mahasiswa, dan lain sebagainya, hidup kita berciri misioner. Semua profesi menjadi sarana mewartakan Kabar Gembira.

Menyebarkan Injil tidak harus dengan cara berkotbah kepada orang lain, apalagi terhadap orang yang tidak mau menerima Yesus sebagai Juruselamat. Kita dapat menyebarkan Injil dengan sikap dan tingkah laku kita sesuai teladah Kristus, dengan mengamalkan hukum cinta kasih. Karena itu mari kita berdoa,"Ya Yesus, berikankah aku kekuatan untuk menyebarkan Injil dengan mengamalkan semua ajaran-Mu. Berkatilah juga semua orang yang belum mau menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat. Amin." (Sumber : Chang, Cafe Rohani, Desember 2012, tahun C/1).

Artikel & Renungan Populer

Daftar Renungan Lainnya :