Yang ingin menjadi besar harus menjadi pelayan

Yes 53:10-11: Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya. Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul.

Bacaan Injil : Mrk 10:35-45

Lalu Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, mendekati Yesus dan berkata kepada-Nya: "Guru, kami harap supaya Engkau kiranya mengabulkan suatu permintaan kami!"
Jawab-Nya kepada mereka: "Apa yang kamu kehendaki Aku perbuat bagimu?" Lalu kata mereka: "Perkenankanlah kami duduk dalam kemuliaan-Mu kelak, yang seorang lagi di sebelah kanan-Mu dan yang seorang di sebelah kiri-Mu." Tetapi kata Yesus kepada mereka: "Kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum dan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima?" Jawab mereka: "Kami dapat." Yesus berkata kepada mereka: "Memang, kamu akan meminum cawan yang harus Kuminum dan akan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima. Tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa itu telah disediakan." Mendengar itu kesepuluh murid yang lain menjadi marah kepada Yakobus dan Yohanes. Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa mereka yang disebut pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesarnya menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."

Renungan : 

Bacaan pertama, bertutur mengenai Hamba Allah yang tidak luput dari penderitaan. Bahkan, penderitaan itu dikehendaki oleh Tuhan: Tuhan berkehendak meremukkan HambaNya dengan kesakitan.

Tetapi penderitaan yang diterima dengan ikhlas dapat menjadi sarana terlaksananya kehendak Allah, menjadi sarana turunnya rahmat dan berkat. "HambaKu itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya."

Penderitaan dan pengurbanan memang merupakan bagian utuh dari hidup Kristus (dan mereka yang ingin menjadi pengikutNya). Injil Minggu ini, berbicara tentang hakikat menjadi kristiani, dengan menampilkan ungkapan-ungkapan yang sangat merisaukan, membingungkan, dan membuat orang penasaran, karena kutipan ini menjelaskan bahwa menjadi kristiani berarti menjadi pelayan (hamba) orang lain. Bahkan "menjadi pelayan" dijadikan syarat mutlak oleh Yesus untuk menjadi besar: Yang ingin menjadi besar harus menjadi pelayan; yang ingin terkemuka harus menjadi hamba.

Amanat umum yang diwartakan Yesus dan dicontohkan dalam hidupNya adalah pelayanan. "Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya sebagai tebusan bagi banyak orang."

Sumber 

Artikel & Renungan Populer

Daftar Renungan Lainnya :