Pemimpin yang Melayani

Mat 20:20-28 : 

“Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”

Saat ini, masyarakat kita membutuhkan sosok yang dapat dianut, yang memberi teladan, baik dalam kehidupan berpolitik, pendidikan maupun sosial kemasyarakatan. Krisis kepemimpinan yang seringkali menjadi topik pembahasan baik di forum formal maupun informal menjadi sebuah topik hangat di negeri kita, yang sangat diharapkan untuk segera terselesaikan dengan baik.

Pada dasarnya dalam diri setiap individu mempunyai kebutuhan untuk merasa aman, baik dalam hal fisik dan psikis. Penjabaran rasa aman fisik dan psikis ini tentu saja sangat kompleks karena selain keamanan dalam mendapatkan perlindungan baik secara hukum, kesehatan, pendidikan, aktualisasi diri, informasi, berorganisasi, berpendapat dan aspek-aspek kehidupan yang lain.

Tentu saja dalam mewujudkan rasa aman ini sedikit banyak dicapai jika sistem yang dikelola oleh sang pemimpin dikendalikan berdasarkan konsep ‘melayani’. Hal ini kontradiktif dengan perwujudan aksi para pemimpin saat ini yang sebagian masih mengutamakan kepentingan sendiri dan justru ingin menjadi pemimpin karena ingin dilayani.Tentu saja konsep Pemimpin yang melayani perlu lebih dipahami. Studi literatur dan diskusi di berbagai kalangan baik akademisi, praktisi maupun kemasyarakatan secara umum acapkali membahas, mengembangkan dan merumuskan konsep kepemimpinan .
Dilakukan pula sosialisasi dan pembangunan karakter bangsa terkait kepemimpinan. Sayangnya, hal ini belum disertai oleh adanya gerak bersama seluruh lini dalam mewujudkannya. Tidak mudah memang untuk memperbaiki moral dan karakter bangsa namun bukan hal yang tidak mungkin untuk dilakukan perubahan meski itu kecil, namun secara bertahap dapat mewujudkan kepemimpinan yang efektif di negeri kita.

Ada begitu banyak tokoh-tokoh pemimpin dengan semangat melayani yang bisa menjadi inpirasi kita untuk menjadi pemimpin yang di jiwai semangat melayani.  Tengoklah semangat pemimpin seperti Mahatma Gandhi, Bunda Theresa dari Kalkuta, Romo Mangun Wijaya, dan begitu banyak tokh-tokoh pemimpin yang bisa menjadi teladan kepemimpinan sejati. 


Bacaan Injil hari ini, Tuhan Yesus mengajak kita untuk menjadi pemimpin yang di semangati sikap melayani. “Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”

Inspirasi : Refleksi kepemimpinan oleh Fransisca Harrista Adiati 

Artikel & Renungan Populer

Daftar Renungan Lainnya :