Masa Puasa: Bertobat dan Rahmat Pengampunan

Suatu petang, seorang pemuda, sebut saja Didi, datang kepada seorang imam hendak mengaku dosa sekaligus meminta doa untuk penyembuhan sakit beri—berinya (kekurangan Vitamin B1). Ia sudah menderita selama 3 tahun, seluruh tubuhnya tampak membengkak dan tidak bisa bekerja apa—apa. Imam tersebut melayani pengakuan dosanya, memberi penitensi lalu mendoakan Didi dengan penumpangan tangan, memberi ampun atas dosa—dosanya sekaligus memohon penyembuhan bagi penyakitnya. Seminggu kemudian Didi sembuh dan dapat bekerja kembali. Dia sungguh bersyukur atas rahmat pengampunan dan penyembuhan itu, dan ia pun semakin percaya bahwa Tuhan sungguh maharahim dan mahabaik.
Pertobatan melalui penerimaan Sakramen Pengakuan adalah suatu keharusan iman sebagai anak-anak Allah. Setiap orang yang sadar akan buruknya hukuman atas dosa harus mengaku dosa, agar mendapat pengampunan dan hidup pantas di hadapan Allah. Orang -orang Niniwe berlaku amat rendah hati. Ketika mereka mendengar seruan pertobatan yang disampaikan Nabi Yunus, semua penduduk kota itu tanpa kecuali melakukan puasa, doa, dan tapa. Tuhan mengampuni dosa mereka.

Pada Masa Puasa, bukannya tanda dari langit yang dicari melainkan sikap rendah hati
untuk berdoa memohon rahmat pengampunan dan pendamaian, dan lebih dari itu bertobat dari dosa - dosa.

Doa : 
Tuhan, ampuni dan bebaskanlah aku dari segala hukuman dosa. Amin.

Artikel & Renungan Populer

Daftar Renungan Lainnya :